Rabu, 13 Februari 2013

Jalani Hidup? Enjoy aja..!


Menjalani hidup itu seperti kita berjalan di persimpangan jalan satu arah, selalu ada pilihan kemana kita ingin melangkah, ke kiri, ke kanan, serong, atau lurus namun yang pasti tidak dapat berjalan kembali ke belakang, ntar kena tilang hehe.. Tiap-tiap jalan ditemui hal yang berbeda, membawa kita pada situasi yang berbeda, rintangan yang berbeda, kesenangan, kesedihan, dan kondisi hidup yang berbeda. Tapi kabar buruknya atau baiknya kita sama sekali tidak tahu apa yang akan kita lewati, clueless. Katanya sih, semua yang terjadi sama kita itu adalah takdir yang telah dituliskan Allah untuk kita, kalau banyak persimpangan jalan yang kita pilih jadi Allah itu menuliskan satu jalur takdir atau banyak alternatif takdir untuk manusia? Si A nih kalo milih jalur 1-2-4-6-9 akan jadi seperti ini kalo milih jalur 1-3-8-12-20 akan jadi seperti ini, kalo milih jalur lain hasilnya juga lain, begitukah? Ni Allah kaya lagi ngerjain tugas statistik aja nih main peluang dan combinasi angka, malah mirip seperti naik busway ya,hehe. Atau Allah itu cuma menuliskan satu jalur takdir buat kita? kalau kita keluar dari jalur karena perbuatan kita sendiri maka ga jelas deh gimana akhirnya karena blom ditulis. Uda deh engga usah mikir yang macem-macem, kebanyakan mikir ente malah bisa merusak iman karena meragukan kapasitas dan keberadaan Allah. Ketahuilah Allah itu sudah menuliskan takdir berupa empat macam hal buat kita ketika kita berumur 120 hari di rahim ibu, ketika ruh kita ditiupkan oleh malaikat. Apa itu? 1. Maut/ ajal, 2. Rizky, 3. Bahagia, dan 4. Celaka. Dan takdir itu sendiri ada yang bisa dirubah dan ada yang tidak bisa dirubah. Nah karena Allah baek nih, bijak nih, adil nih, Dia engga ngasi tau ke kita mana aja tu takdir yang tidak bisa dirubah dan mana yang bisa dirubah. Kenapa? Ya simpel aja biar kita-kita tetap berusahalah kalau kita udah tau hasilnya engga bakal bisa dirubah kan pastinya pada males tuh capek-capek berusaha merubahnya, biar kata jelek tapi diterima karena ga bisa dirubah. Nah Allah tu ga mau kita kaya gitu karena dengan kita berusaha dengan tenaga kita, kita bergerak dengan tubuh kita, kita berpikir dengan otak kita, kita ga cuman untung secara jasmani aja tuh karna badan kita sehat tapi juga secara rohani, batin kita akan mendapatkan ketenangan, kedamain, kepuasaan. Kita bisa merasakan bagaimana kecewanya saat kita gagal, bagaimana bahagianya saat kita berhasil, anugerah itu buat kita kalo kita mau berpikir.
Trus gimana donk mestinya kita menjalani hidup ini? Enjoy aja kawan, nikmatin aja prosesnya ga usah mikirin yang kita perjuangkan nanti bisa merubah takdir kita atau engga. Urusan hasil mah itu urusan Allah, urusan kita manusia hanya berdoa dan berusaha. Yakin aja Allah itu Maha Baik, Maha Bijak, Maha Peduli, Maha Pengertian dan Maha-Maha yang lain karena Dia-lah Maha Pemilik Sifat, dan ini nih yang mesti kita pegang, Allah selalu memberikan yang TERBAIK untuk hambaNya, untuk kita, untuk manusia. Kok yakin banget sih? Iya donk itu janji Allah, baca tuh Al-qur'an ampe tuntas. Jangan bilang nih ada yang belom pernah baca terjemahan Al-qur'an? Jangankan tuntas, satu surat aja blom khatam terjemahnya. Hadeh…ibarat beli mesin cuci nih, kita aja engga percaya itu mesin bisa nyuci beneran ato engga kalo kita pake, bisa bersih ato engga kalo kita engga tau spesifikasi dan penjelasan dari mesin itu untuk apa. Sama, untuk mengenal Allah yang Maha-Maha itu kalo kita engga baca petunjukNya ya mana bisa kita dibilang uda percaya. Saya isalm nih, saya beriman kok, percaya sama Allah. Tapi seberapa besar iman kita padaNya kalo informasi yang kita punya cuman sedikit? Bukankah kalo kita semakin mengerti dan memahami satu informasi akibatnya kita akan bertambah semakin percaya? Itulah kenali dulu Allah maka niscaya semakin mantap nih kita dalam menentukan langkah sebab kita jadi percaya dan betul-betul percaya kalau Allah itu sudah menyiapkan apa-apa yang kita butuhkan, jangankan di dunia sampe di akhiratpun sudah disiapkan buat kita.
Di dunia ini mah urusan rizki urusan Allah, urusan hidup dan mati urusan Allah, kita bahagia, celaka karena Allah menghendakinya demikian untuk kita. Berdoa dan berusaha sajalah kalo Allah bilang "Jadi" maka apapun bisa jadi atas kehendakNya. Takut miskin? Takut engga bagahia? Takut sengsara? Itu mah bisikan setan aja, masa kita kalah ama setan? Jangan donk engga elit banget makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan kalah sama makhluk tingkat rendah, iya kan? manusia kan makhluk paling sempurna diantara yang lain. Sudahlah kawan yang sedang risau karena hidupnya banyak masalah, pusing mikirin nasibnya yang engga jelas juntrungnya kemana, galau resah gelisah hidupnya ga tenang, uda deh deketin aja Allah insyaAlah semua urusan BERES! Ingat, dalam setiap musibah pun terselip hikmah. PR kita tuh kalau bisa nemuin tu hikmah dibalik semua peristiwa yang menerpa kita insyaAllah deh engga ada lagi rasa risau, engga ada lagi galau karna kita paham itu memang yang sudah dikendaki oleh Allah. Itu adalah yang terbaik untuk kita. Bisa jadi Allah memberikan kita musibah sekarang biar kita terhindar dari musibah yang lebih besar di waktu mendatang, bisa jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang karena Dia ingin memberikan kita yang lebih baik dari yang kita inginkan. Kita kan engga tau apa yang ada di depan, tapi Allah sudah tau itu. Jadi hidup ini jalani dengan enjoy aja, nikmatin setiap proses yang kita lakukan, setiap usaha kita, setiap jerih payah kita pasti Allah menyiapkan yang terbaik untuk kita. Wallohualam bisshowab.

Kamis, 07 Februari 2013

How you thinking?


Ntah benar atau tidak saya percaya semua orang memiliki cara berpikir atau mindset yang mereka yakini dalam menjalani hidup atau mungkin yang disebut prinsip. Ada yang sangat serius, ada yang nyantai, ada yang perhitungan, ada yang merencanakan dengan detil setiap yang akan dilakukan, ada yang ngalir seperti aliran air, hidup ya jalani aja, ada yang selalu optimis, ada yang pesimis, ada yang tidak dapat menerima kegagalan, setiap kegagalan membuatnya pusing tujuh keliling dan menyalahkan diri sendiri atau mencari kambing hitam atas kegagalannya, ada yang berpikir bahwa tidak ada yang namanya gagal hanya ketidakberuntungan saja, ada yang berusaha selalu sempurna dan ada pula yang berusaha apa adanya ya beginilah yang saya bisa.

"Mana bisa kita menilai hanya dari satu sikap saja? Orang serius gak selalu serius juga, orang optimis kadang pernah pesimis juga, orang nyantai bisa juga kerja cepat..!!"

Iya..tau, tapi cara berpikir kita menentukan bagaimana sikap kita yang sering kita timbulkan, dan cara berpikir itu sederhana saja bisa dideskripsikan dalam beberapa kata seperti yang saya sebutkan tadi. Orang yang serius bisa aja terlihat santai dan suka bercanda kalo ngomong tapi begitu ada pekerjaan, tugas, kegiatan, acara dsb dia akan kliatan tuh seriusnya bahkan dalam pekerjaan yang kecil dan bagi orang lain tidak penting akan digarapnya serius dan dianggapnya penting.

Emang ada orang kaya gitu?

Ada kalee.

Bagi orang yang nyantai mungkin bertanya-tanya engga bisa ya dia nganggap ini nyantae aja, engga bagus hasilnya juga gapapa toh engga ngefek sama nasibnya mau ada pekerjaan ini atau engga. Engga bisa tuh namanya juga prinsip, ya begitulah seperti menjadi bagian dari jati diri kita ga gampang terpengaruh atau mungkin ga bisa dipengaruhi orang lain tentang bagaimana kita harus bertindak.

"Kalau saya mah orangnya tipe nyantae dan kurang bisa serius dalam bertindak. Ini kelebihan sekaligus kekurangan saya. Kalau mendapat masalah dan keadaan yang tidak mengenakkan saya tetap aja nyantae dan slalu berpikir ya begitulah memang itu yang harus saya lalui kali ya. Namun celakanya juga begitu cara berpikir saya yang seperti itu secara perlahan dan tanpa sadar sudah membuat saya terperangkap dalam zona nyaman karena setiap tantangan yang datang selalu saja disikapi santai dan tidak begitu peduli apakah berhasil atau tidak, apakah hasilnya menjadikan saya lebih baik atau tidak, kalau baik alhamdulillah kalau buruk ya santai aja. Hidup seperti tidak ada masalah bagi saya. Kadang kalo saya sempatkan berpikir dan merenung atas permasalahan-permasalahan yang ada dihadapan saya bisa juga membuat saya merinding dan takut menghadapi apa yang akan terjadi bahkan sempat nih engga bisa tidur tuh pas saya coba benar-benar memikirkan masa depan. Tapi esoknya ya udah kembali lagi nyantai, pikiran saya yang selalu menganggap semua gampang lebih mendominasi daripada memikirkan masalah yang sedang dihadapi." Nah lo.

Mengubah kebiasaan itu tidak sulit, banyak yang mengatakan kalau kebiasaan sulit dirubah, harus perlahan-lahan. Engga kok kalau mau ngrubah cepat dan express juga bisa, bikin aja checklist daftar kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari sampingnya sediain makanan/ snack favorit kita, tiap mencentang daftar kegiatan kita berhak ambil satu snack. Ampuh tuh buat ngerubah kebiasaan. Yang sulit itu buat ngerubah cara berpikir kita. Saya sendiri membuktikan kebiasaan berubah namun cara berpikir masih sama.

Memang benar apa yang dikatakan kalau mau berubah, ubah dulu kebiasaan kita, tapi kalau menurut saya ubah dulu cara berpikir kita. Kita harus mampu menemukan kelemahan dan kekurangan dalam cara kita berpikir dan bertindak, ulang-ulang itu di memori otak kita bahwa kekurangan itu harus bisa dibenahi.

Hal tersulit adalah melakukan action atas apa yang kita pikirkan apalagi yang bertipe nyantai seperti saya ini, musuh besar. Harus mampu memaksakan diri untuk mengawali melangkah karena berada di zona nyaman itu sangat sangat nyaman sekali namun tidak membawa perubahan. Ada yang bilang makanya hidup harus punya visi, tujuan yang ingin dicapai.

Ya..semua orang pasti punya tujuanlah tapi lagi-lagi cara berpikir yang mengeksekusi bagaimana kita bertindak untuk mencapai visi kita. Mangkanya kita kudu banyak belajar biar bisa tau dan mengenal beragam hal di dunia ini untuk bisa mempengaruhi cara berpikir kita agar lebih cepat kita bertindak, lebih baik dalam melangkah dan lebih energik menjalani hidup.

Well kembali ke kalimat awal saya, entah benar atau tidak. Silahkan mencari referensi sendiri.